09 December 2013

Piala Dunia 2014



COSTA DO SAUIPE, Brazil 7 Dis. - Berikut ialah undian Piala Dunia 2014 yang dibuat di sini semalam.

KUMPULAN A:
Brazil
Croatia
Mexico
Cameroon 

KUMPULAN B:
Sepanyol
Belanda
Chile
Australia 

KUMPULAN C:
Colombia
Greece
Ivory Coast
Jepun

KUMPULAN D:
Uruguay
Costa Rica
England
Itali

KUMPULAN E:
Switzerland
Ecuador
Perancis
Honduras

KUMPULAN F:
Argentina
Bosnia
Iran
Nigeria

KUMPULAN G:
Jerman
Portugal
Ghana
Amerika Syarikat

KUMPULAN H:
Belgium
Algeria
Rusia
Korea Selatan

- Agensi
© Utusan Melayu (M) Bhd

KembaLiLah




"ALLAH Pelindung orang-orang yang beriman;
DIA mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran)
kepada cahaya (Iman)..."
- surat al-Baqarah ayat 257.


Maha Suci ALLAH Penguasa Keabadian di bentangan jagad raya semesta, Maha Suci ALLAH Yang Maha Menghamparkan Angkasa Raya dengan Cahaya yang senantiasa berpijar mencerminkan keindahan NYA, Maha Suci ALLAH Yang Maha Mengasuh dan mengayomi pengaturan segenap makhuk NYA dilangit dan bumi,

"Maka Bertasbih Pada-NYA Seluruh Apa Yang di Langit dan bumi dan Dia Maha Perkasa dan Maha Menghakimi."(Surat Al-Hasyr ayat 24)


Maka merugilah orang-orang yang bermaksiat kepada NYA, karena setiap dosa berarti pengingkaran atas NYA, dan Alam semesta ini tidak rela dengan pengingkaran atas ALLAH `Azzawajalla, sebagaimana firman NYA menceritakan bahwa Alam ini akan runtuh dan hancur karena dosa manusia yang menantang kemurkaan NYA.

”Hampir Saja Langit Itu Pecah, dan Bumi Terbelah dan Gunung-Gunung Hancur, Ketika Mereka Mengatakan Bahwa ALLAH Mempunyai Putra.”
(Surat Maryam ayat 90-91)


Ayat ini menjelaskan bahwa alam semesta ini marah dengan pengingkaran manusia dimuka Bumi, namun ALLAH menghendaki agar alam ini bertahan dari kehancuran, maka ketika seorang hamba bermaksiat dengan anggota tubuhnya yang tentunya anggota tubuhnya itupun makhluk hidup yang milik ALLAH `Azzawajalla, sebagaimana kita ketahui bahwa tubuh kita ini merupakan rangkaian milyaran sel hidup yang masing-masing bertugas dengan tugasnya masing-masing, dan bila kita berdosa misalnya dengan lidah kita, maka berapa milyar sel yang kita libatkan dalam kehinaan?


Bagaikan seorang pemimpin yang berbuat jahat dan kelicikan maka tentunya semua pegawainya yang terlibat turut mendapat tuntutan, demikian pula bila kita ingin minum, padahal tubuh kita yang perlu minum namun tangan kita terlibat untuk mengambil air. Maka terlibatlah milyaran sel tubuh kita dalam dosa…


Merugilah mereka yang wafat dalam dosa dan belum sempat bertaubat, maka ia terkubur membawa seluruh dendam milyaran sel tubuhnya, terkubur membawa dendam Bumi, air, api, makanan, dan apa saja yang ia kotori dengan dosa dimasa hidupnya, setiap suap makan kita yang kita gunakan untuk maksiat akan menjadi dendam dan penuntutan mereka dihadapan ALLAH, demikian pula setiap debu yang kita injak, setiap teguk air, dan semua yang kita libatkan dalam dosa di alam ALLAH ini, bagaikan rakyat yang dilibatkan pengingkaran oleh seorang abdi raja, ditipu, dizalimi, mereka semua akan menuntut dihadapan Raja Alam semesta di hari Kebangkitan. Betapa menyedihkan mereka dihari kiamat, belum lagi dituntut oleh orang-orang yang mereka zalimi dimasa hidupnya, orang-orang yang mereka gunjing, yang mereka caci, maka ketika seorang hamba menghadap dihadapan ALLAH membawa kitab amalnya, ia melihat dan berkata :

”Wahai Tuhanku, aku pernah beramal ini dan itu namun mengapa catatannya tidak ada dalam kitab amalku ?”, Maka ALLAH menjawab : “Engkau menzalimi fulan, mengumpat fulan, menggunjing fulan, mengambil harta fulan, mengganggu fulan, menipu fulan, maka amal-amalmu banyak yang tercabut dan dipindahkan untuk mereka.” Maka hamba itupun melihat-lihat lagi kitab amalnya dengan sedih, lalu ia berkata lagi: “Wahai Tuhanku, ini dosa-dosa banyak tercatat dalam kitabku dan ini tidak pernah kulakukan”, Maka ALLAH menjawab: “Itu dosa-dosa orang yang kau zalimi dipindahkan pada kitab amalmu”. Maka tercabutlah pahala-pahala yang telah mereka perjuangkan di masa hidupnya, tercabut sebab ucapannya, sebab caciannya, sebab dosa-dosanya.



"Dan orang-orang yang beriman (kepada ALLAH)
dan mengerjakan amal-amal yang saleh serta beriman (pula)
kepada apa yang diturunkan kepada Muhammad
dan itulah yang hak dari Tuhan mereka,
ALLAH menghapuskan kesalahan-kesalahan mereka
dan memperbaiki keadaan mereka."
- surat Muhammad ayat 2.


Beruntunglah mereka yang selalu mensucikan dirinya dengan istighfar, sering hadir di majelis taklim dan majelis dzikir, maka mereka selalu dibersihkan dosa-dosanya oleh Yang Tunggal Memiliki Pengampunan, Beruntunglah para pencinta Nabi Muhammad ShalALLAHu`alaihiwasalam.. Karena sabda Rasul ShalALLAHu`alaihiwasalam:

”Seseorang akan bersama orang yang ia cintai.”
(Shahih Bukhari dan Muslim)


Beruntunglah mereka yang mengikuti jejak para sahabat RadhiALLAHu`anhum, Betapa mulianya para sahabat dan betapa agungnya kecintaan mereka pada Nabi Muhammad ShalALLAHu`alaihiwasalam, Bahkan wafat mereka pun selalu ingin dekat dengan Nabi Muhammad ShalALLAHu`alaihiwasalam, bagaikan anak manja yang tak ingin jauh dari ibunya dalam segala keadaan, sebagaimana diriwayatkan ketika Rasul ShalALLAHu`alaihiwasalam baru saja mendapat hadiah selendang pakaian bagus dari seorang wanita tua, lalu datang pula orang lain yang segera memintanya selagi pakaian itu dipakai oleh Rasul ShalALLAHu`alaihiwasalam, maka riuhlah para sahabat lainnya menegur si peminta, maka sahabat itu berkata:

”Aku memintanya untuk kafanku nanti.”
(Shahih Bukhari)


Demikian cintanya para sahabat pada Nabinya ShalALLAHu`alaihiwasalam, sampai kain kafan pun mereka ingin yang bekas sentuhan tubuh Nabi Muhammad ShalALLAHu`alaihiwasalam.


Para sahabat adalah orang-orang yang dicintai ALLAH, demikian pula dari zaman ke zaman para pencinta Rasul ShalALLAHu`alaihiwasalam terus asyik dalam keluhuran, mereka tak mahu pisah dengan Nabi ShalALLAHu`alaihiwasalam sebagaimana anak dengan ibunya, bahkan Umar bin Khattab RadhiALLAHu`anhu berwasiat untuk dimakamkan disebelah Rasul ShalALLAHu`alaihiwasalam, dan ia berkata:

”Tiada yang lebih penting bagiku selain dimakamkan berdampingan dengan Nabi ShalALLAHu`alaihiwasalam.”
(Shahih Bukhari)


Demikian pula Abu Bakar as-Shiddiq RadhiALLAHu`anhu, yang saat Rasul ShalALLAHu`alaihiwasalam wafat maka ia membuka kain penutup wajah Nabi ShalALLAHu`alaihiwasalam lalu memeluknya dengan derai tangis seraya menciumi beliau ShalALLAHu`alaihiwasalam dan berkata:

”Demi ayahku, dan engkau wahai Rasulullah..., Tiada akan ALLAH jadikan dua kematian atasmu, maka kematian yang telah dituliskan ALLAH untukmu, kini telah kau lewati.”
(Shahih Bukhari)


Adakah kita ingin termuliakan bersama para sahabat dalam mencintai Nabi ShalALLAHu`alaihiwasalam?, para sahabat bukanlah pasukan pembunuh yang hanya mengenal pedang dan perang, mereka bukan kelompok Barbar pemuja setan yang selalu ingin minum darah dan menikmati jeritan kesakitan, sebagaimana madzhab sempalan abad ke 20 yang hanya memahami para sahabat adalah pemuja perang, dan Nabi ShalALLAHu`alaihiwasalam adalah Pimpinan yang haus darah orang kafir dan haus kekuasaan, Na`udzubiLlah dari pemahaman sempit ini.


Mereka para sahabat adalah orang-orang yang selalu basah pipinya dengan airmata khusyu`, dan mereka adalah orang yang manja pada kekasihnya, Muhammad Rasulullah ShalALLAHu`alaihiwasalam, ALLAH jadikan aku dan kalian bersama para sahabat di hari kiamat, bersama Nabi Muhammad ShalALLAHu`alaihiwasalam, kekasih dan idola yang dipilihkan ALLAH untuk seluruh orang-orang yang beriman.


Nukilan Indah:
Habib Munzir bin Fuad Almusawa.

08 December 2013

Perkara Ajaib Tentang Minda


                                             

1) Tenaga ajaib tersembunyi dalam minda

Percaya atau tidak apabila anda sentiasa memikirkan tentang kenyang, anda tidak akan lapar.

Buktinya apabila anda menjalani ibadah puasa, anda tidak berfikir pun tentang makan sepanjang hari, tetapi anda tetap mampu melakukan aktiviti-aktiviti kehidupan sebagaimana biasa.

Padahal pada hari-hari biasa, awal pagi lagi anda sudah terasa hendak makan.

Demikianlah apabila anda tidak langsung memikirkan tentang penat, anda akan cergas dan bertenaga sepanjang hari.
Sebaliknya apabila anda mula berkata ”Aku malaslah hari ini”, “Aku boringla hari ni”, anda akan benar-benar malas dan boring.

Maka jika anda ingin cemerlang dan berjaya, bijak-bijaklah berhubung dengan imaginasi. Imaginasi boleh menjadikan anda apa sahaja.

Daripada sini kita boleh simpulkan, ”Kita sendirilah yang meminta setiap apa yang berlaku pada diri kita.”

                      
2) Berkomunikasi dengan minda ke minda

Apabila anda mengingat seseorang, dan jika ingatan anda itu jujur, ikhlas dan bertanggungjawab, dan tiada sebarang gangguan, anda sebenarnya telah pun menghantar gelombang minda kepada orang itu.

Anda mungkin mendapat tindak balas yang menakjubkan.

Jika ingatan anda terhadapnya adalah yang baik-baik, dalam masa yang sama insyaALLAH dia akan mengingat yang baik-baik juga tentang anda.

Maka kerana itulah sesekali pada saat-saat tertentu anda terkenangkan seseorang yang telah lama anda tidak temui secara tiba-tiba.

Barangkali pada saat itu orang berkenaan sedang memikirkan tentang anda dan gelombang mindanya telah mengembara dan akhirnya sampai kepada anda.

Gelombang yang lemah akan tersasar atau tidak sampai ke matlamat ataupun ghaib begitu sahaja ditelan gelombang-gelombang yang lebih kuat yang sentiasa bersimpang siur.

Gelombang minda akan lebih hebat kesannya terhadap mereka yang mempunya jalinan emosi ataupun pertalian darah yang rapat misalnya suami isteri, ibu dan anak, adik beradik kembar dan rakan seiras.

  

                            
3) Daya magnet dalam fikiran beremosi

Tahukah anda apabila anda membenci seseorang, anda sebenarnya telah pun menarik kebencian orang itu terhadap anda.

Fikiran yang beremosi ada daya tarikan bagaikan magnet yang akan menarik sebarang pemikiran yang sealiran.

Sebagaimana gelombang minda tadi, kebencian akan terhasil dalam bentuk gelombang-gelombang negatif yang mengembara dan akhirnya sampai kepada orang yang anda benci itu.

Oleh itu, seseorang yang menjadikan imaginasinya sebagai salah satu laluan untuk kejayaan tidak boleh berfikiran negatif.

Dia kena berfikiran positif supaya pemikiran yang sama akan dipulangkan kepadanya.


4) Mengawal minda untuk lebih berjaya

Tiada siapapun yang boleh membuatkan anda marah jka anda sendiri tidak ingin marah.

Soal emosi yang tersentuh adalah perasaan yang boleh dikawal jika anda mahu mengawalnya.

Jika anda memang tidak mahu marah anda tidak akan marah.

Orang boleh menjadi terlalu sedih kerana dia memberi laluan kepada dirinya untuk berasa sedih.

Kesedihan yang melampau-lampau pula bermula daripada emosi yang ditarik-tarik, diiya-iyakan, diransang-ransang dan disungguh-sungguhkan, ibarat api yang dicurahkan petrol ke atasnya.

Api akan menyambar hebat padahal jika dibiarkan sahaja, lambat laun ia akan padam sendiri.

Kejayaan pertama orang yang berjaya ialah dapat mengawal emosinya.


5) Dua pemikiran dalam masa yang sama

Anda mungkin pernah melihat seseorang yang beremosi pada satu masa tetapi pada masa yang sama bercakap seolah-olah tidak menghadapi sebarang masalah dan ingat, orang ini bukanlah seorang pelakon.

Seorang ayah memarahi anaknya dengan kemarahan yang beriya-iya tetapi dalam masa yang sama dia menghadiahkan anda senyuman dan mula bercakap lembut dengan anda.

Itu tanda permulaan bagi seorang yang dapat mengawal emosinya.

Seorang yang ingin menggapai kejayaan melalui imaginasi perlu lebih pandai mengawal emosi.


6) Minda teransang melalui solat dan doa

Solat itu doa dan doa itu perlu dalam proses kehidupan seseorang manusia.

Manusia perlu berdoa untuk menjalinkan hubungan yag erat antara dirinya dengan alam ghaib dan yang terpenting dengan PENCIPTA-nya.

Realitinya orang yang sentiasa berdoa dan sentiasa menunaikan solat tepat pada waktunya atau lebih baik pada awal waktu akan dapat membentuk dan meningkatkan kekuatan minda melalui fikiran yang lebih terfokus.

Seorang yang berjaya adalah seorang yang tenang dan ketenangan mutlak ataupun kemuncak bagi ketenangan adalah solat.

Hakikat ketenangan tidak ada dalam diri seseorang yang ingkar solat atau tidak pernah berdoa.


kredit:koleksibacaanilmiah

Suami Idaman ...

 


Kasih manusia sering bermusim, sayang manusia tiada abadi. Kasih Tuhan tiada bertepi, sayang Tuhan janjiNya pasti. Lantaran kasih manusia yang sering bermusim dan sayangnya yang tak kekal lama, para wanita perlulah sentiasa berwaspada terutamanya dalam memilih pasangan hidup. Andainya sedikit daripada cinta itu hendak diberi pada seseorang yang boleh digelar suami, pilihlah seorang lelaki yang...

1-Kuat agamanya
Walau terlalu sibuk sekalipun, solat fardhu tetap dilaksanakan pada waktunya. Utamakanlah pemuda yang kuat amalan agamanya. Ingatlah bahawa Rasulullah SAW menerima pinangan Saidina Ali k.w.j. buat puterinya Fatimah r.a. kerana ketaqwaannya yang tinggi walaupun beliau hanya seorang pemuda yang miskin.

2-Baik akhlaknya
Ketegasannya nyata tapi dia lembut dan bertolak-ansur hakikatnya. Sopan tutur kata menggambarkan peribadi dan hati yang mulia. Rasa hormatnya pada warga tua jelas ketara.

3-Tegas mempertahankan maruah
Dia tegas mempertahankan maruah agama dan keluarga. Tidak menghabiskan masanya di tempat2 yang menjatuhkan kredibiliti dan maruahnya sebagai seorang Islam.


 

4-Amanah
Dia tidak pernah mengabaikan tugas yang diberikan secara sengaja atau mengkhianati apa-apa yang diamanahkan kepadanya terutamanya yang melibatkan hak-hak fakir miskin dan anak yatim.




5-Tidak boros
Dia bukanlah kedekut atau pemboros tetapi tahu membelanjakan wang dengan bijaksana. Setiap nikmat yang diterima akan dikongsi bersama mereka yang berhak.

6-Tidak liar matanya
Dia biasanya menundukkan pandangan terhadap wanita-wanita yang lalu lalang di hadapannya.

7-Terbatas pergaulannya
Dia tidak mengamalkan pergaulan bebas. Pergaulannya biasanya hanya terbatas kepada golongan yang cenderung kepada agama. Singkat perbualannya dengan orang-orang yang kurang berakal.

8-Rakan pergaulannya
Rakan2 pergaulannya adalah mereka yang sepertinya iaitu golongan yang mengutamakan akhirat lebih daripada dunia. Dia menjauhi orang-orang yang zalim, yakni orang-orang tidak meletakkan agama pada tempatnya.



https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTuGzA01YLy-TCk_S4JPSpEpRNJ30u69YR7H0VAbwzr3_g2aHkEEw

9-Bertanggungjawab
Rasa tanggungjawabnya dapat diukur melalui sejauh mana dia memperuntukkan dirinya untuk ibubapa dan ahli keluarganya. Jika ibubapanya hidup melarat sedangkan dia senang lenang, nyatalah dia tidak bertanggungjawab.

10-Tenang wajahnya
Apa yang tersimpan dalam sanubari kadang2 terpancar pada air muka. Wajahnya sentiasa tenang, sama ada sewaktu dia bercakap atau bertindak.

Berbahagialah wanita jika diintai calon yang demikian sifatnya...
.

10 Sifat Mazmumah



                   



1. Syarrut Ta‘am (Banyak Makan)
 

Iaitu terlampau banyak makan atau minum ataupun gelojoh ketika makan atau minum. Makan dan minum yang berlebih-lebihan itu menyebabkan seseorang itu malas dan lemah serta membawa kepada banyak tidur. Ini menyebabkan kita lalai daripada menunaikan ibadah dan zikrullah. Makan dan minum yang berlebih-lebihan adalah ditegah walaupun tidak membawa kepada kelalaian daripada menunaikan ibadah kerana termasuk di dalam amalan membazir.
.
          
2. Syarrul Kalam (Banyak Berkata-kata)
 
Iaitu banyak berkata-kata atau banyak bercakap. Banyak berkata-kata itu boleh membawa kepada banyak kesalahan, dan banyak kesalahan itu membawa kepada banyak dosa serta menyebabkan orang yang mendengar itu mudah merasa jemu.
.
    
3. Ghadhab (Pemarah)
 
Ia bererti sifat pemarah, iaitu marah yang bukan pada menyeru kebaikan atau menegah daripada kejahatan. Sifat pemarah adalah senjata bagi menjaga hak dan kebenaran. Oleh kerana itu, seseorang yang tidak mempunyai sifat pemarah akan dizalimi dan akan dicerobohi hak-haknya. Sifat pemarah yang dicela ialah marah yang bukan pada tempatnya dan tidak dengan sesuatu sebab yang benar.
.
                   
4. Hasad (Dengki)
 
Iaitu menginginkan nikmat yang diperolehi oleh orang lain hilang atau berpindah kepadanya. Seseorang yang bersifat dengki tidak ingin melihat orang lain mendapat nikmat atau tidak ingin melihat orang lain menyerupai atau lebih daripadanya dalam sesuatu perkara yang baik. Orang yang bersifat demikian seolah-olah membangkang kepada Allah SWT kerana mengurniakan sesuatu nikmat kepada orang lain. Orang yang berperangai seperti itu juga sentiasa dalam keadaan berdukacita dan iri hati kepada orang lain yang akhirnya menimbulkan fitnah dan hasutan yang membawa kepada bencana dan kerosakan.
.
                 
5. Bakhil (Kedekut)
 
Iaitu menahan hartanya daripada dibelanjakan atau digunakan kepada jalan yang dituntut oleh agama. Nikmat yang dikurniakan oleh Allah SWT kepada seseorang itu merupakan sebagai alat untuk membantu dirinya dan juga membantu orang lain. Oleh yang demikian, nikmat dan pemberian Allah SWT menjadi sia-sia sekiranya tidak digunakan dan dibelanjakan sebagaimana yang dikehendaki oleh Allah SWT. Lebih-lebih lagi dalam perkara-perkara yang menyempurnakan agama seperti zakat, mengerjakan haji dan memberi nafkah kepada tanggungan, maka menahan hak atau harta tersebut adalah suatu kesalahan besar di sisi agama.
.
         
6. Hubbul Jah (Kasihkan Kemegahan)
 
Iaitu kasihkan kemegahan, kebesaran dan pangkat. Perasaan inginkan kemegahan dan pangkat kebesaran menjadikan perbuatan seseorang itu tidak ikhlas kerana Allah SWT. Akibat daripada sifat tersebut boleh membawa kepada tipu helah sesama manusia dan boleh menyebabkan seseorang itu membelakangkan kebenaran kerana menjaga pangkat dan kebesaran.
.
7. Hubbud Dunya (Cinta Dunia)
 
Ia bermaksud kasihkan dunia, iaitu mencintai perkara-perkara yang berbentuk keduniaan yang tidak membawa sebarang kebajikan di akhirat. Banyak perkara yang diingini oleh manusia yang terdiri daripada kesenangan dan kemewahan. Di antara perkara-perkara tersebut ada perkara-perkara yang tidak dituntut oleh agama dan tidak menjadi kebajikan di akhirat. Oleh yang demikian, kasihkan dunia itu adalah mengutamakan perkara-perkara tersebut sehingga membawa kepada lalai hatinya daripada menunaikan kewajipan-kewajipan kepada Allah. Namun begitu, menjadikan dunia sebagai jalan untuk menuju keredhaan Allah bukanlah suatu kesalahan.
.
8. Takabbur (Sombong)
 
Iaitu membesarkan diri atau berkelakuan sombong dan bongkak. Orang yang takabbur itu memandang dirinya lebih mulia dan lebih tinggi pangkatnya daripada orang lain serta memandang orang lain itu hina dan rendah pangkat. Sifat takabbur ini tiada sebarang faedah malah membawa kepada kebencian Allah SWT dan juga manusia dan kadangkala membawa kepada keluar daripada agama kerana enggan tunduk kepada kebenaran.
.
9. ‘Ujub (Bangga Diri)
 
Iaitu merasai atau menyangkakan dirinya lebih sempurna. Orang yang bersifat ‘ujub adalah orang yang timbul di dalam hatinya sangkaan bahawa dia adalah seorang yang lebih sempurna dari segi pelajarannya, amalannya, kekayaannya atau sebagainya dan ia menyangka bahawa orang lain tidak berupaya melakukan sebagaimana yang dia lakukan. Dengan itu, maka timbullah perasaan menghina dan memperkecil-kecilkan orang lain dan lupa bahawa tiap-tiap sesuatu itu ada kelebihannya.
.
10. Riya’ (Menunjuk-nunjuk)
 
Iaitu memperlihatkan dan menunjuk-nunjuk amalan kepada orang lain. Setiap amalan yang dilakukan dengan tujuan menunjuk-nunjuk akan hilanglah keikhlasan dan menyimpang dari tujuan asal iaitu untuk mencapai keredhaan Allah SWT semata-mata. Orang yang riya’ adalah sia-sia segala amalannya kerana niatnya telah menyimpang disebabkan inginkan pujian daripada manusia.
.